Dalam segala aspek kehidupan kita perlu akan sebuah konsep perjuangan untuk mencapai tujuan, yang mana dalam prosesnya kita akan dihadapkan berbagai macam persoalan. Untuk itu kita juga perlu mempersiapkan kekuatan untuk menghadapinya. Setiap orang akan berbeda memaknai perjuangan tersebut, tentunya akan sesuai dengan kemampuan ataupun persepsi yang dimiliki.Oleh Srinji Saheseri
“Kata Perjuangan berasal dari kata juang yang berarti berlaga; berlawanan; memperebutkan sesuatu dengan mengadu tenaga; berperang; berkelahi; berlanggaran” (Hoetoma M.A .2005 : 224). Dalam bukunya yang berjudul Sejarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia C.S.T Kansil dan Julianto, 1996: 182 mengartikan perjuangan sebagai “perintis yang mengantarkan bangsa kedepan suatu gerbang kemerdekaan dengan segala pengorbanan-pengorbanan”.
Dari pemaparan ahli di atas dapat disimpulkan perjuangan adalah suatu usaha untuk menjaga, mempertahankan ataupun mendapatkan sesuatu, baik materi maupun nonmateri dengan cara peperangan( secara fisik) ataupun diplomasi (Non
fisik).
Sama halnya ketika kita memutuskan untuk bergabung dengan organisasi tertentu itu secara tidak langsung kita harus ikut berjuang untuk sampai pada tujuan yang sama. Tidak masalah jika caranya itu berbeda-beda, karena perbedaan tersebut dapat dijadikan tambahan keilmuan untuk kita. Seperti yang sudah dipaparkan diatas bahwasanya perjuangan perlu akan pengorbanan, tidak menutup kemungkinan kita harus siap sedia berkorban dari segala hal. Dan yang paling terasa ringan ketika kita berjuang ialah dengan hal-hal yang memang ada basic kita disanah yang mana nantinya akan menghasilkan sesuatu yang sempurna tanpa merasakan pengorbanan itu sia-sia. Kita tidak akan mudah kecewa dimana keringat kita mengucur tanpa ada yang mengelapnya, tidak akan mudah marah saat tenaga kita terkuras tanpa ada yang membalas walau sekedar ucap terimakasih misalnya. Atau hal-hal yang sekiranya kita lakukan tidak ada timbal balik untuk kita, yang terpenting ialah bagaimana kita bisa menemukan kenyamanan dalam perjuangan tersebut sisanya akan ditemukan dalam perjalanannya.
Tentunya saat kita berjuang sesuai kapasitas kita akan lebih mudah memanage waktu sehingga dalam prosesnya kita tidak akan sampai pada titik merasa perjuangan itu adalah beban dan pengorbanan hanyalah siksa. Sebab kita mentekuni hal-hal yang memang kita sukai sehingga tidak akan timbul rasa yang membuat kita tidak nyaman sendiri, melainkan yang kita rasakan adalah semangat juang yang amat tinggi.
Aku mahasiswa disalah satu perguruan tinggi swasta dikotaku, tepatnya di Stai Al-Azhary Cianjur. Aku berorganisasi ekstra sejak semester 1 dan sekarang aku sudah disemester 5 akhir bergabung dengan Himpunan mahasiswa Islam, banyak sekali perjuangan yang harus ditempuh melahirkan cerita pahit manis dalam perjalanannya. Aku bukan tipe kader yang bisa dibilang istiqomah, kerap sering kali on/off kaderisasinya. Semuanya menjadikan aku semakin mengenal diri sendiri untuk akhirnya dapat memahami orang lain dan membuat aku tahu apa yang seharusnya aku lakukan, pengorbanan seperti apa yang bisa aku tempuh untuk merawat himpunan yang namanya sudah halang melintang dalam ranah organisasi. Para kadernya yang sudah mempunyai nama disetiap ranah-ranah sehingga mampu berpengaruh besar bagi agama, bangsa, dan negara.
Diawal perjuangan aku merasa kurang nyaman, itupun menjadi salah satu alasan mengapa aku memilih rehat ber HmI. Ternyata perjuangannya tidak selaras dengan apa yang aku miliki dari segi kemampuan bakat ataupun minat, sehingga apa yang aku perjuangkan terasa hambar. Pada akhirnya aku tahu bahwasanya aku bisa berkontribusi untuk himpunan dengan caraku sendiri, kebetulan aku menyukai seni. Orang bilang aku pandai merangkai kata melahirkan untaian yang indah, iya.. Aku hobi menulis. Baik puisi, cerpen, atau hal menulis lainnya. Lalu aku berfikir mengapa tidak berkorban lewat jalur ini, setiap waktu luang aku sempatkan menulis merambat pada pembuatan konten vidio yang mana aku sangkut pautkan dengan HmI. Tidak disangka jalan yang aku pilih ini membuat aku semakin mencintai HmI ditambah dengan bonus suport banyak orang supaya terus berkarya, meski tidak sedikit juga yang nyinyir akan hal ini. Tidak apa, bagiku sudah menemukan kenyamanan di HmI itu cukup membuat aku bahagia karena aku tidak lagi merasa asing didalamnya.
Usaha besar yang aku bangun tidak lagi aku tunjukan untuk ambisi kekuasaan, kehormatan atau hal lain semacamnya. Itu yang membuat aku menikmati perjuangan ini, meski terkadang tangan lelah bergelut dengan pena dan kertas, mata kunang-kunang bercumbu dengan layar handphone/laptop, badan pegal bermesraan dengan buku-buku. Atau masih banyak keluh yang aku alami, pokoknya semuanya menyenagkan. Ini perjuanganku, pengorbanan yang tidak akan pernah layu.
Untuk mendoping semuanya aku perlu banyak asupan keilmuan dari sisi yang lain, aku sadar kapasitas ku terbatas mengenai hal demikian. Sehingga aku harus terus belajar, membaca, berdiskusi lebih giat lagi. Bukan hanya aku tapi kamu juga, sebab jika kita berbicara organisasi itu bukan lagi tentang kepentingan pribadi tetapi sudah naik pada kepentingan bersama. Tujuan kita boleh berbeda yang penting tetap selaras dengan tujuan oranganisasi itu sendiri, caranyapun tentu boleh berbeda pula, Asalkan sesuaikan dengan kemampuan kita sehingga hasilnya akan optimal.
Sebagai pejuang kita perlu kemampuan menata banyak aspek termasuk bagi tubuh kita, jangan sampai kepokusan kita berjuang membuat lupa akan kesehatan diri, melupakan tugas wajib lainnya. Karena bagi para pejuang segala hal akan tuntas pada waktunya tanpa merusak hal lain, untuk itu pandai-pandailah memilah milih mana yang harus terlebih dahulu dikerjakan. Jika waktunya makan ya makan, jika waktunya tidur ya tidur, jika waktunya beribadah ya beribadah, jika waktunya refresing ya refresing. Lakukan sesuai porsinya, jangan sesekali mengambil alih kegiatan yang tidak sesuai jika tidak ingin dampaknya buruk.
Totalitas perjuangan bukan pada saat kita mengambil alih seluruh kesibukan dalam satu waktu karena justru itu akan menumpuk pekerjaan, maka alangkah baiknya satu kesibukan kita tekuni hingga melahirkan hasil. Setelah itu barulah kita ambil kesibukan yang lainnya. Jiwa pejuang tidak pernah benar-benar menutup mata tatkala tertidur, ia senantiasa melihat kemungkaran disekelilingnya. Berjuang tidak melulu kita yang terus berbicara dihadapan orang banyak ada kalanya kita menggunakan fungsi telinga untuk mendengarkan. Langkah kaki pejuang tidak lepas dari pijakan pijakan nyata aksi perubahan. Otaknya tidak pernah berhenti berfikir untuk hajat orang banyak. Apapun yang sedang kita perjuangkan semoga berbuah kesejahteraan.
Jika kita mengerti makna dari sebuah perjuangan maka kita juga dapat mengahargai setiap pengorbanan orang lain, sehingga tidak akan mudah merendahkan siapapun. Mereka yang sering terlelap saat menuntut ilmu bisa jadi ialah orang yang akan paling berpengaruh dalam peradaban, bisa jadi ia tengah memperjuangkan sesuatu dengan pengorbanan yang begitu tulus. Boleh sangka mereka yang rajin beretrotika tidak berbengaruh apa-apa karena yang ia korbankan kurang perjuangannya. Untuk itu saling menghargai akan menjadikan kita saling mengerti antara satu dengan yang lainnya.
Untuk itu maari kita lanjutkan perjuangan, jangan sampai apa yang sudah kita rencanakan menjadi berantakan. Tetap semangat dimanapun kamu berjuang, ingat pada kesuksesan yang hakiki itu perlu proses yang aga cukup panjang. Terus berjuang salam pergerakan!!!
Cianjur, 2020.
Tentunya saat kita berjuang sesuai kapasitas kita akan lebih mudah memanage waktu sehingga dalam prosesnya kita tidak akan sampai pada titik merasa perjuangan itu adalah beban dan pengorbanan hanyalah siksa. Sebab kita mentekuni hal-hal yang memang kita sukai sehingga tidak akan timbul rasa yang membuat kita tidak nyaman sendiri, melainkan yang kita rasakan adalah semangat juang yang amat tinggi.
Aku mahasiswa disalah satu perguruan tinggi swasta dikotaku, tepatnya di Stai Al-Azhary Cianjur. Aku berorganisasi ekstra sejak semester 1 dan sekarang aku sudah disemester 5 akhir bergabung dengan Himpunan mahasiswa Islam, banyak sekali perjuangan yang harus ditempuh melahirkan cerita pahit manis dalam perjalanannya. Aku bukan tipe kader yang bisa dibilang istiqomah, kerap sering kali on/off kaderisasinya. Semuanya menjadikan aku semakin mengenal diri sendiri untuk akhirnya dapat memahami orang lain dan membuat aku tahu apa yang seharusnya aku lakukan, pengorbanan seperti apa yang bisa aku tempuh untuk merawat himpunan yang namanya sudah halang melintang dalam ranah organisasi. Para kadernya yang sudah mempunyai nama disetiap ranah-ranah sehingga mampu berpengaruh besar bagi agama, bangsa, dan negara.
Diawal perjuangan aku merasa kurang nyaman, itupun menjadi salah satu alasan mengapa aku memilih rehat ber HmI. Ternyata perjuangannya tidak selaras dengan apa yang aku miliki dari segi kemampuan bakat ataupun minat, sehingga apa yang aku perjuangkan terasa hambar. Pada akhirnya aku tahu bahwasanya aku bisa berkontribusi untuk himpunan dengan caraku sendiri, kebetulan aku menyukai seni. Orang bilang aku pandai merangkai kata melahirkan untaian yang indah, iya.. Aku hobi menulis. Baik puisi, cerpen, atau hal menulis lainnya. Lalu aku berfikir mengapa tidak berkorban lewat jalur ini, setiap waktu luang aku sempatkan menulis merambat pada pembuatan konten vidio yang mana aku sangkut pautkan dengan HmI. Tidak disangka jalan yang aku pilih ini membuat aku semakin mencintai HmI ditambah dengan bonus suport banyak orang supaya terus berkarya, meski tidak sedikit juga yang nyinyir akan hal ini. Tidak apa, bagiku sudah menemukan kenyamanan di HmI itu cukup membuat aku bahagia karena aku tidak lagi merasa asing didalamnya.
Usaha besar yang aku bangun tidak lagi aku tunjukan untuk ambisi kekuasaan, kehormatan atau hal lain semacamnya. Itu yang membuat aku menikmati perjuangan ini, meski terkadang tangan lelah bergelut dengan pena dan kertas, mata kunang-kunang bercumbu dengan layar handphone/laptop, badan pegal bermesraan dengan buku-buku. Atau masih banyak keluh yang aku alami, pokoknya semuanya menyenagkan. Ini perjuanganku, pengorbanan yang tidak akan pernah layu.
Untuk mendoping semuanya aku perlu banyak asupan keilmuan dari sisi yang lain, aku sadar kapasitas ku terbatas mengenai hal demikian. Sehingga aku harus terus belajar, membaca, berdiskusi lebih giat lagi. Bukan hanya aku tapi kamu juga, sebab jika kita berbicara organisasi itu bukan lagi tentang kepentingan pribadi tetapi sudah naik pada kepentingan bersama. Tujuan kita boleh berbeda yang penting tetap selaras dengan tujuan oranganisasi itu sendiri, caranyapun tentu boleh berbeda pula, Asalkan sesuaikan dengan kemampuan kita sehingga hasilnya akan optimal.
Sebagai pejuang kita perlu kemampuan menata banyak aspek termasuk bagi tubuh kita, jangan sampai kepokusan kita berjuang membuat lupa akan kesehatan diri, melupakan tugas wajib lainnya. Karena bagi para pejuang segala hal akan tuntas pada waktunya tanpa merusak hal lain, untuk itu pandai-pandailah memilah milih mana yang harus terlebih dahulu dikerjakan. Jika waktunya makan ya makan, jika waktunya tidur ya tidur, jika waktunya beribadah ya beribadah, jika waktunya refresing ya refresing. Lakukan sesuai porsinya, jangan sesekali mengambil alih kegiatan yang tidak sesuai jika tidak ingin dampaknya buruk.
Totalitas perjuangan bukan pada saat kita mengambil alih seluruh kesibukan dalam satu waktu karena justru itu akan menumpuk pekerjaan, maka alangkah baiknya satu kesibukan kita tekuni hingga melahirkan hasil. Setelah itu barulah kita ambil kesibukan yang lainnya. Jiwa pejuang tidak pernah benar-benar menutup mata tatkala tertidur, ia senantiasa melihat kemungkaran disekelilingnya. Berjuang tidak melulu kita yang terus berbicara dihadapan orang banyak ada kalanya kita menggunakan fungsi telinga untuk mendengarkan. Langkah kaki pejuang tidak lepas dari pijakan pijakan nyata aksi perubahan. Otaknya tidak pernah berhenti berfikir untuk hajat orang banyak. Apapun yang sedang kita perjuangkan semoga berbuah kesejahteraan.
Jika kita mengerti makna dari sebuah perjuangan maka kita juga dapat mengahargai setiap pengorbanan orang lain, sehingga tidak akan mudah merendahkan siapapun. Mereka yang sering terlelap saat menuntut ilmu bisa jadi ialah orang yang akan paling berpengaruh dalam peradaban, bisa jadi ia tengah memperjuangkan sesuatu dengan pengorbanan yang begitu tulus. Boleh sangka mereka yang rajin beretrotika tidak berbengaruh apa-apa karena yang ia korbankan kurang perjuangannya. Untuk itu saling menghargai akan menjadikan kita saling mengerti antara satu dengan yang lainnya.
Untuk itu maari kita lanjutkan perjuangan, jangan sampai apa yang sudah kita rencanakan menjadi berantakan. Tetap semangat dimanapun kamu berjuang, ingat pada kesuksesan yang hakiki itu perlu proses yang aga cukup panjang. Terus berjuang salam pergerakan!!!
Cianjur, 2020.
Komentar
Posting Komentar